skip to main |
skip to sidebar
Kesedihan hati
bila rasa tlah mulai hilang
bila hati tlah mulai patah
dan bila perasaan tak lagi berperan
tapi jiwa yang mulai hancur
masih tetap bertahan
dalam dilema kesakitan
Meski air mata tak hentinya menetes
meski berjalan tertatih-tatih
tapi aku yakin
kesakitan, kekecewaan,kerapuhan
suatu saat akan menjadi
senyuman, keceriaan dan kebahagiaan
Mungkin hanya sang waktu
yang dapat menjawab dan mengubahnya
aku hanya bisa bersabar dan terus bersabar
menunggu kebahagiaan
yang dapat menyambut kesedihan hatiku
Dan meredakan isak tangis hatiku
September klabu
ingin mengusir bayangmu
tertiup angan dalam kalbu
sayup – sayup kugapai lagi lagumu
sejenak ingin pergi kesitu
kedalam makna kalbuku
yang rindu padamu
ingin kuketuk pintu waktu
dibelakangnya kudengar lagu
tanah – tanah berbayang kelabu
tersaput gelap bayangmu
tertiup bayu kedalam ragaku
;yang berdiam ragu
akankah lentera membawa cahya?
mentari jiwa yang teraniyaya
titian asa yang sirna
masih adakah spiritmu
menjagai jiwaku
terpaku aku menanti kamu
jentera kala yang terus berputar
kirana yang memudar
pelita yang pudar
Tuhan… terangi lagi
ruang – ruang maknawi yang sunyi
rinduku pada cita insani
tiba – tiba risalah melancholy menerpaku
bagai riris hujam, tutur itu menerpaku
menjerembapkanku dalam kelu
di September klabu
0 komentar:
Posting Komentar