Halaman

Puisi


Kesedihan hati 

bila rasa tlah mulai hilang
bila hati tlah mulai patah
dan bila perasaan tak lagi berperan
tapi jiwa yang mulai hancur

masih tetap bertahan
dalam dilema kesakitan
Meski air mata tak hentinya menetes
meski berjalan tertatih-tatih
tapi aku yakin
kesakitan, kekecewaan,kerapuhan
suatu saat akan menjadi
senyuman, keceriaan dan kebahagiaan
Mungkin hanya sang waktu
yang dapat menjawab dan mengubahnya
aku hanya bisa bersabar dan terus bersabar
menunggu kebahagiaan
yang dapat menyambut kesedihan hatiku
Dan meredakan isak tangis hatiku



September klabu

ingin mengusir bayangmu
tertiup angan dalam kalbu
sayup – sayup kugapai lagi lagumu

sejenak ingin pergi kesitu
kedalam makna kalbuku
yang rindu padamu

ingin kuketuk pintu waktu
dibelakangnya kudengar lagu
tanah – tanah berbayang kelabu

tersaput gelap bayangmu
tertiup bayu kedalam ragaku
;yang berdiam ragu

akankah lentera membawa cahya?
mentari jiwa yang teraniyaya
titian asa yang sirna

masih adakah spiritmu
menjagai jiwaku
terpaku aku menanti kamu

jentera kala yang terus berputar
kirana yang memudar
pelita yang pudar

Tuhan… terangi lagi
ruang – ruang maknawi yang sunyi
rinduku pada cita insani

tiba – tiba risalah melancholy menerpaku
bagai riris hujam, tutur itu menerpaku
menjerembapkanku dalam kelu

 

di September klabu

0 komentar: